Selamat datang di Website KOPI OEY. Koffie Mantep, Beritanja Djoedjoer.
  • Bondan Winarno

Bondan Winarno dan Kopitiam Oey

Bondan Oeynarno, alias Bondan Winarno. Adalah pendiri sekaligus pemilik Kopitiam Oey. Yang kini outletnya sudah tersebar ke seantero negeri (kecuali di Jln. Sabang, Tune Hotel Pasar Baru, Bandung dan Sentul City. Seluruh outletnya bersifat kemitraan). Seperti pada tulisannya yang bergaya jadul, dengan judul “Koffie Ko’ Mihil?“, berikut sekilas tulisan yang menceritakan alasan beliau mendirikan Kopitiam Oey :

saja berfikir keras oentoek bisa menjadjiken koffie bermoetoe di tempat njang njaman, tetapi harganja tida bole mahal. Haroes ada oentoeng, soepaja oesaha bole voortbestaan alias teroes madjoe. Tetapi, para tamoe misti diberi harga njang masoek akal, soepaja marika njang boemipoetra maoepoen kaoem vreemde oosterlingen atawa kaoem peranakan njang toempa dara di negeri ini dapet bangga menikmati koffie sebagai productie bangsa sendiri.

Sebagai pemilik tunggal Kopitiam Oey (PT. Kopitiam Oey Indonesia). Beliau masih terlibat secara aktif di Kopitiam Oey, dari mendesain dan menentukan interior dan eksterior outlet, membuat dan menentukan menu-menu yang akan disajikan, serta menjaga kualitasnya dan juga menerima serta menanggapi setiap pertanyaan, saran dan kritik dari para pengunjung Kopitiam Oey melalui akun twitternya disini.

Dan halaman ini sengaja kami tulis (29 April 2012) agar bertepatan dengan ulang tahun beliau yang ke-62 tahun (29 April 1950). Maka dari itu, kami dari jajaran manajemen PT. Kopitiam Oey Indonesia dan para mitra Kopitiam Oey ingin mengucapkan

Selamat atas pencapaian serta prestasi beliau yang luar biasa, tidak hanya sebagai pemilik Kopitiam Oey yang membesarkan dan membimbing kami, tetapi juga atas perannya yang begitu besar terhadap kemajuan budaya kuliner di Indonesia sekarang ini. Semoga selalu diberi umur panjang dan kesehatan serta rejeki yang berlimpah. God Bless you, pak Bondan Winarno.


Tentang Bondan Winarno

Masyarakat luas sudah pasti mengetahui, dan bahkan mengidentikkan Bondan Winarno sebagai seseorang yang ‘berlidah cerdas‘, seorang ‘pendekar kuliner‘ dan bahkan disebut juga sebagai ‘Pelopor Wisata Kuliner‘. ‘Gelar’ tersebut itu tidak didapat bukan tanpa sebab, karena berawal dari pengalaman beliau sebagai seorang wartawan dan penulis yang sering bertugas ke luar negeri, beliau melihat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap budaya kulinernya sendiri masih sangat rendah, sedangkan kekayaan budaya kuliner Indonesia lebih beragam dibandingkan dengan negara lain. Sehingga, setelah sebelumnya sering menulis mengenai dunia periklanan dan manajemen. Beliau mulai menulis tentang budaya kuliner Indonesia dikolom Jalansutra di situs Kompas Cyber Media, yang kemudian bersama Wasis Gunarto (yang kini menjabat sebagai General Manager Kopitiam Oey) beliau mendirikan milis Jalansutra, dan mengisi program acara Wisata Kuliner di TransTV dengan tagline ‘Pokoke Maknyuss’.

Dari program acara tersebut, awareness beliau terhadap budaya kuliner di Indonesia ‘menular’ dan menjadi sebuah trend dan gaya hidup masyarakat Indonesia : Trend Wisata Kuliner. Maka setidaknya tujuan beliau untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menghargai budaya kuliner di Indonesia tercapai. Dapat dilihat kini di berbagai media mainstream, makin banyak program acara yang bertemakan wisata kuliner. Kolom-kolom di koran nasional dan lokal yang pada bagian rubrik tertentu hanya didominasi tempat wisata dan resep-resep masakan, kini bertambah ulasan tentang objek wisata kuliner. Bahkan kini di jejaring media sosial seperti blog, facebook, dan twitter, sudah jamak kita lihat ulasan yang ditulis secara personal mengenai objek wisata kuliner di Indonesia. Perkembangan bisnis kuliner di Indonesia pun semakin pesat, bahkan kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. Persis seperti apa yang pernah beliau harapkan.

“Dunia kuliner itu bisa menggerakkan perekonomian negara. Ambil contoh Thailand. Beberapa tahun lalu mereka mencanangkan dalam waktu 5 tahun akan ada 10 ribu restoran Thailand di seluruh dunia. Target itu tercapai dengan mudah hanya dalam waktu 3 tahun. Dalamw aktu 5 tahun terwujudlah 20 ribu restoran Thailand di seluruh dunia”. jelasnya. Dengan gerakan 20 ribu restoran Thailand itu, grafik ekspor bahan makanan Thailand meningkat. Jumlah wisatawan pun naik drastis. Atas dasar ini, salah satu obsesi Bondan adalah membuat masyarakat Indonesia demam makanan daerah.

blockquote diatas diambil dari Tokoh Indonesia.


LATAR BELAKANG

Sejak 1960 (umur 9–10 tahun), pak Bondan menjadi penulis lepas. Ia menulis di berbagai penerbitan seperti Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Tempo, Mutiara, Asian Wall Street Journal, dan lain-lain. Pada 1984-1987 ia menjadi redaktur kepala majalah SWA. Pada 1987-1994 ia beralih menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat. Antara 1998-1999 ia menjadi konsultan untuk Bank Dunia di Jakarta, dan setelah itu, hingga 2000 ia menjadi direktur eksekutif dari sebuah organisasi pelestarian lingkungan. Pada 2001-2003 ia menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan.

Latar Belakang, Bibliografi dan Karir diambil dari Wikipedia Indonesia.

BIBLIOGRAFI

  • Satu abad Kartini, 1879-1979: bunga rampai karangan mengenai Kartini (editor) (1979)
  • Neraca tanah air: rekaman lingkungan hidup ’84 (1984)Cafe Opera: kumpulan cerita pendek (1986)
  • Seratus kiat, jurus sukses kaum bisnis (1986)
  • Tantangan jadi peluang: kegagalan dan sukses Pembangunan Jaya selama 25 tahun (1987)
  • Kiat menjadi konglomerat: Pengalaman Grup Jaya (1996)
  • Manajemen transformasi BUMN: pengalaman PT Indosat (1996)
  • BreX: sebungkah emas di kaki pelangi (1997) (menjadi karya jurnalistik investagasi terbaik se-Indonesia)
  • Kiat Bondan di Kontan: berpikir strategis di saat krisis (1998)
  • Jalansutra: kumpulan kolom tentang jalan-jalan dan makan-makan di Suara Pembaruan Minggu dan Kompas Cyber Media (2003)
  • Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (2003)
  • Belajar tiada henti: biografi Cacuk Sudarijanto ditulis bersama Bondan Winarno (2004)
  • Pada sebuah beranda: 25 cerpen (2005) (dapat dibeli di seluruh outlet Kopitiam Oey)
  • Puing: sebuah novel kolaborasi (2005) (dapat dibeli di seluruh outlet Kopitiam Oey)

KARIR

  • Juru kamera Puspen Hankam (1969-1970)
  • Creative Director Marklin Advertising (1973-1974)
  • Account Executive Intervista (1974)
  • Advertising Manager PT Union Carbide (1975-1979)
  • Sekjen International Advertising Association (1978)
  • Manajer PT Sinar Kasih (1979-1983)
  • Dirut PT Mitra Balita (1983)
  • Pengasuh Rubrik Kiat TEMPO (1984)
  • Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Swasembada (1985)

Link Terkait tentang Bondan Winarno

id.wikipedia.org/wiki/Bondan_Winarno
http://www.suaramerdeka.com/harian/0708/26/bincang01.htm
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/3521-pelopor-wisata-kuliner
http://www.femina.co.id/archive/main/serial/serial_detail.asp?id=168&views=12
http://www.femina.co.id/archive/main/serial/serial_detail.asp?id=169&views=16
http://www.femina.co.id/archive/main/serial/serial_detail.asp?id=170&views=42
http://www.femina.co.id/archive/main/serial/serial_detail.asp?id=170&views=42
http://www.acehfeature.org/index.php/site/detailartikel/398/Bre-X/

Bolenja beritahoe teman-teman :